![]() |
| SMP Negeri 1 Tangan-Tangan Tampilkan Kreasi Daur Ulang hingga Busana Adat dalam Karnaval |
Tangan-Tangan — Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya, turut dimeriahkan oleh kehadiran kontingen SMP Negeri 1 Tangan-Tangan dalam Pawai Karnaval yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Mengusung semangat “Merdeka dalam Kebersamaan, Bangkit dengan Kreativitas”, kontingen SMP Negeri 1 Tangan-Tangan tampil dengan berbagai kreasi yang memadukan unsur budaya, kreativitas, profesi, kepahlawanan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Pawai karnaval mengambil rute dari Lapangan Bola Suak Labu sebagai titik start dan berakhir di Pasar Gunung Cut. Sepanjang perjalanan, para peserta menampilkan beragam busana dan kreativitas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan.
Salah satu konsep yang dihadirkan adalah baju kreasi berbahan daur ulang sampah. Berbagai bahan yang sebelumnya dianggap sebagai barang bekas dikreasikan menjadi busana yang menarik dan penuh warna. Penampilan ini sekaligus menjadi pesan edukatif bahwa kreativitas dapat mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan manfaat.
Selain busana daur ulang, kontingen SMP Negeri 1 Tangan-Tangan juga menghadirkan karnaval dengan pakaian berbagai profesi, publik figur, tokoh pahlawan nasional, serta pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberagaman tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan karnaval, tetapi juga menjadi sarana bagi para siswa untuk mengenal berbagai profesi, menghargai jasa para pahlawan, serta memahami kekayaan budaya Indonesia yang terangkum dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Kreativitas para siswa juga terlihat dari sejumlah busana kreasi yang ditampilkan dengan ornamen dan bentuk yang beragam. Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan karnaval dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan imajinasi, kreativitas, keberanian tampil, kerja sama, dan rasa percaya diri.
Keikutsertaan SMP Negeri 1 Tangan-Tangan dalam pawai ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter di luar ruang kelas. Para siswa belajar bahwa memperingati kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui upacara, tetapi juga dengan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif, kreatif, dan bermanfaat.
Dengan semangat kebersamaan, kontingen SMP Negeri 1 Tangan-Tangan hadir bukan sekadar untuk mengikuti pawai, tetapi juga membawa pesan bahwa budaya harus dilestarikan, lingkungan harus dijaga, dan kreativitas generasi muda harus terus dikembangkan.
Dari barang bekas menjadi karya.
Dari budaya menjadi inspirasi.
Dari kreativitas menjadi kebanggaan.
Dari sekolah untuk Indonesia.







.jpeg)




Posting Komentar